Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ads


Kolaborasi KNEKS, MI dan BMI Luncurkan Modul Literasi SCF Syariah dan Pedoman Zona KHAS

Banten  

Editor: Redaksi

Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah bekerja sama dengan Bank Muamalat Indonesia dan Muamalat Institute meluncurkan Modul Literasi Securities Crowdfunding Syariah dan Pedoman Zona KHAS, Sabtu (18/12/2021).
Advertisement

BANTEN – Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bekerjasama dengan Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan Muamalat Institute (MI), meluncurkan Modul Literasi Securities Crowdfunding (SCF) Syariah dan Pedoman Zona KHAS, Sabtu (18/12/2021).

Direktur Eksekutif KNEKS Ventje Rahardjo mengatakan, peluncuran modul liaterasi SCF ini dalam rangka mempercepat pertumbuhan layanan SCF Syariah sebagai alternatif pendanaan bagi UMKM dan meningkatkan daya saing UMKM Kuliner Halal melalui Zona Kuliner Halal, Aman dan Sehat (KHAS).

Ia menuturkan, pada tahun 2020, KNEKS telah menyusun Rencana Kerja KNEKS 2020-2024, sebagai acuan program kerja KNEKS bersama para stakeholder terkait dalam mempercepat pengembangan sektor ekonomi Syariah Indonesia.

Baca juga:  Polres Cilegon Lakukan Rapid Tes Antigen dan Antibodi

Merujuk pada Rencana Kerja KNEKS 2020-2024, pengembangan dan pemberdayaan UMKM merupakan salah satu program prioritas dalam mendukung Bisnis dan Kewirausahaan Syariah.

“Ditengah kondisi pandemi, industri halal terutama pada segmen bisnis UMKM terkena dampak yang cukup signifikan. Industri perhotelan mengalami penurunan omzet sebesar 25 persen hingga 50 persen termasuk halal tourism,” kata Ventje.

Begitu juga industri fashion muslim, lanjutnya, mengalami penurunan penjualan sampai 30 persen. Sementara itu, transaksi mobile banking syariah meningkat sampai 86 persen dan transaksi e-commerce meningkat hingga 400 persen, terutama harga bahan pokok di e-commerce meningkat sampai 18,82 persen. Di Indonesia sendiri selama pandemi covid-19 tahun 2020, konsumsi rumah tangga pada industri makanan masih tumbuh positif.

Baca juga:  Pusat Gempa M 5,4 di Rangkasbitung Terasa di Tangerang, Tak Berpotensi Tsunami

Triwulan ke-3 tahun 2020, industri makanan dan minuman menjadi penyumbang terbesar pada PDB nasional sebesar 7,02 persen. Sub kuliner memberikan kontribusi cukup besar yaitu 30 persen dari total pendapatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Selain itu konsumsi kuliner halal di Indonesia memiliki dominasi cukup besar dalam pasar Syariah global. Hal ini terbukti dengan perolehan peringkat pertama Indonesia sebagai Muslim Food Expenditure sebesar $144 Miliar pada tahun 2019,” jelas Ventje.

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement