INFOTANGERANG.CO.ID — Rencana Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk membangun flyover atau Simpang Tidak Sebidang (STS) di Jalan Sudirman, Kota Tangerang, Banten, mendapat respon positif. Proyek yang beririsan langsung dengan jalur perlintasan kereta api (KA) ini dinilai sebagai langkah krusial untuk memangkas angka kecelakaan akibat pelanggaran palang pintu perlintasan.
Anggota DPRD Kota Tangerang, Apanudin, menyatakan dukungannya terhadap megaproyek infrastruktur ini sebagai solusi jangka panjang yang konkret.
“Kami menyambut baik rencana ini. Ini adalah solusi permanen untuk menyudahi kasus kecelakaan fatal akibat pengendara yang nekat menerobos palang pintu kereta maupun bentuk pelanggaran lalu lintas lainnya,” ujar Apanudin di Tangerang, Minggu, 31 Mei 2026.
Urgensi proyek ini semakin mencuat pasca-insiden tragis pada Februari 2026 silam, ketika Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta menghantam sebuah truk yang tersangkut di perlintasan sebidang JPL 21, antara Stasiun Poris dan Batuceper.
DPRD Usulkan Tambahan Titik di Jalan Maulana Hasanuddin
Mengingat tingginya fatalitas dan kepadatan lalu lintas di jalur pelintasan besi, DPRD Kota Tangerang mengusulkan agar pembangunan jembatan layang tidak hanya berpusat di Jalan Sudirman. Dewan meminta pemerintah pusat dan provinsi turut membangun flyover di Jalan Maulana Hasanuddin yang menghubungkan kawasan Batuceper menuju Poris.
Kedua titik tersebut dinilai menjadi urat nadi kemacetan parah karena tingginya frekuensi perjalanan Commuter Line lintas Duri – Tangerang.
Senada dengan hal itu, Direktur Lalu Lintas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Rudi Irawan, menegaskan bahwa STS Sudirman telah masuk dalam daftar program prioritas nasional. Target utamanya adalah mereduksi antrean panjang kendaraan sekaligus mengedepankan aspek keselamatan publik.
Estimasi Anggaran, Spek Teknis, dan Target Rampung
Pemerintah daerah bersama kementerian terkait telah menyusun cetak biru awal terkait realisasi infrastruktur ini:
-
Spesifikasi Fisik: Flyover Jalan Sudirman dirancang membentang sepanjang 600 meter.
-
Kebutuhan Anggaran: Estimasi total biaya konstruksi menyentuh angka Rp80 miliar.
-
Percepatan Jadwal: Pemkot Tangerang resmi mengajukan akselerasi jadwal pengerjaan agar dimajukan ke tahun 2027, dari target awal pada tahun 2028.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, mengungkapkan bahwa saat ini serangkaian dokumen administrasi dan teknis sedang dalam tahap penyusunan dan proses lelang.
“Kami sedang mematangkan berbagai dokumen pendukung, mulai dari manajemen rekayasa lalu lintas, Detail Engineering Design (DED), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), hingga skema pembebasan lahan,” jelas Yeti.
Pihak Bappeda menargetkan proses pembebasan tanah di sekitar lokasi proyek dapat segera dieksekusi begitu dokumen DED rampung. Jika seluruh instrumen regulasi dan pembebasan lahan berjalan mulus, pengerjaan fisik struktur flyover ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan tahun 2027.
(AD/Rdk)

