KABUPATEN TANGERANG, infotangerang.co.id Permasalahan ketenagakerjaan di Kabupaten Tangerang masih menjadi tantangan besar. Sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia, wilayah ini justru masih bergelut dengan tingginya angka pengangguran, terbatasnya penyerapan tenaga kerja, serta ketatnya persaingan pasar kerja.

​Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Tangerang pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,94 persen.

​Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Tangerang sebenarnya terus berupaya menekan angka tersebut melalui program pelatihan kerja, penguatan Bursa Kerja Khusus (BKK), hingga optimalisasi penempatan tenaga kerja.

​Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depicab SOKSI) Kabupaten Tangerang, Imam Fachrudin, menegaskan bahwa persoalan ketenagakerjaan wajib menjadi prioritas utama pembangunan daerah.

​“Kabupaten Tangerang merupakan daerah industri yang menjadi tujuan para pencari kerja dari berbagai wilayah. Namun, pertumbuhan industri harus sejalan dengan peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal,” ujar Imam Fachrudin dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/06/2026).

​”Jangan sampai kawasan industri berkembang pesat, tetapi angka pengangguran warga setempat tetap tinggi,” lanjutnya.

Menurut Imam, ada beberapa persoalan mendasar yang harus segera dibenahi oleh Pemkab Tangerang:

  • ​Tingginya angka pengangguran terbuka
  • ​Meningkatnya gelombang PHK di sejumlah sektor industri
  • ​Ketidaksesuaian (mismatch) kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan pasar
  • ​Terbatasnya penciptaan lapangan kerja baru.

​Imam menilai, kunci utama mendongkrak daya saing tenaga kerja lokal adalah penguatan kualitas SDM. Sinergi (link and match) antara dunia pendidikan dan dunia usaha harus diperkuat melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri serta sertifikasi kompetensi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *