​Selain kualitas SDM, ia juga menekankan pentingnya menjaga iklim investasi lewat hubungan industrial yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

​“Penyelesaian perselisihan ketenagakerjaan harus mengedepankan dialog dan kepastian hukum. Kita ingin iklim investasi yang sehat, namun tanpa mengabaikan perlindungan hak-hak pekerja,” tuturnya.

​Bagi SOKSI, keberhasilan ekonomi daerah tidak melulu soal angka investasi yang masuk, melainkan seberapa besar investasi tersebut mampu menyejahterakan masyarakat.

​“Pembangunan ekonomi tidak hanya diukur dari banyaknya investasi, tetapi sejauh mana investasi itu mampu menciptakan lapangan kerja yang layak dan memberikan kepastian bagi dunia usaha maupun tenaga kerja,” tegas Imam.

​Menutup pernyataannya, Imam Fachrudin mengajak seluruh elemen mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga organisasi masyarakat untuk berkolaborasi merumuskan kebijakan yang adaptif terhadap tantangan zaman. ​Sebagai langkah konkret, SOKSI Kabupaten Tangerang menjadwalkan pertemuan khusus dengan orang nomor satu di Kabupaten Tangerang dalam waktu dekat.

​Dirinya juga berharap, Kabupaten Tangerang tidak hanya menjadi pusat industri nasional, tetapi juga daerah yang mampu menyediakan kesempatan kerja yang luas dan menghadirkan kesejahteraan merata.

​”Untuk itu, dalam waktu dekat SOKSI Kabupaten Tangerang akan beraudiensi dengan Bupati Tangerang untuk membahas secara spesifik soal kesempatan dan perluasan lapangan pekerjaan,” pungkasnya.

​(Ard/Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *