Selanjutnya masih kata Zaki, pada tanggal 18 November diselenggarakan rapat koordinasi tingkat Provinsi Banten di rumah dinas Gubernur.
Zaki memaparkan hasil diskusinya dengan panitia haul pada (17/11/2020), yang kemudian hasil diskusi berupa opsi tersebut disetujui untuk ditawarkan kembali kepada panitia.
“Akhirnya disepakati bahwa opsi yang diterima adalah dibatasi menjadi 1.500 jamaah dengan komposisi 1.200 (Santri) dan 300 (Keluarga Besar),” ujarnya.
Zaki mengakui pihaknya telah memasang baliho melalui tiap-tiap Kecamatan yang berisi imbauan kepada masyarakat agar tidak hadir pada acara haul akbar tersebut. Guna menghindari membludaknya massa, pihaknya juga telah melakukan pembongkaran tenda/lapak pedagang sejak tanggal 19 November 2020.
Mulai sejak tanggal 19 November 2020, total 1.400 personil petugas pengamanan diterjunkan untuk mengamankan acara haul agar tidak terjadi massa yang membludak.
Zaki mengatakan bahwa dirinya telah bicara secara informal pada pimpinan daerah, Wakil Bupati Lebak, Walikota Tangerang untuk ikut mengimbau masyarakatnya agar tidak hadir pada acara tersebut.
“Kami telah mengadakan rapat koordinasi sebanyak 6 kali untuk pembahasan haul itu, upaya yang dilakukan sudah maksimal,” tegas Zaki. (Jhn/Red)



