Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ads


Ananta Wahana Cecar Bos PTPN VIII dan Perhutani Soal Reforma Agraria di Banten Selatan

Politisi senior Banten dari PDI Perjuangan itu menanyakan pada kedua bos BUMN tersebut soal tanah-tanah yang dikuasainya di wilayah Banten Selatan, yaitu Pandeglang dan Lebak. Karena menurut Ananta, kalau tanah-tanah itu dibagikan kepada rakyat, bisa mendongkrak kesejahteraan rakyat Banten yang kemiskinannya maupun tingkat penganggurannya cukup tinggi sekitar 9 persen sampai 10 persen di atas nasional.

News  

Editor: Ardiansyah

Ananta Wahana mencecar Bos PTPN VIII dan Perhutani saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI di Bogor, Jawa Barat, Rabu, 8 November 2023. (Foto: Ist)
Advertisement

BOGOR Anggota Komisi VI DPR RI Ananta Wahana meminta penjelasan Dirut PTPN VIII dan Dirut Perhutani terkait pelaksanaan reforma agraria di wilayah Banten.

Politisi senior Banten dari PDI Perjuangan itu menanyakan pada kedua bos BUMN tersebut soal tanah-tanah yang dikuasainya di wilayah Banten Selatan, yaitu Pandeglang dan Lebak.

Karena menurut Ananta, kalau tanah-tanah itu dibagikan kepada rakyat, bisa mendongkrak kesejahteraan rakyat Banten yang kemiskinannya maupun tingkat penganggurannya cukup tinggi sekitar 9 persen sampai 10 persen di atas nasional.

“Apakah tanah-tanah yang ada di Banten, yang banyak, yang tidak sedang diusahakan, dikerjakan. Ada rencana untuk dibagi kepada rakyat petani,” tanya Ananta kepada Dirut PTPN VIII Didik Prasetyo, dan Dirut Perhutani Wahyu Kuncoro PTPN VIII dan Perhutani Soal Reforma Agraria di Banten Selatan, saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI di Bogor, Jawa Barat, Rabu, 8 November 2023.

Baca juga:  Ananta Wahana Serahkan Bukti Dukungan Pencalonan DPD RI ke KPU Banten

Selanjutnya Ananta menyampaikan persoalan lainnya, yaitu ketika dia melihat mengenai hutan sawit yang ada di wilayah Picung, Pandeglang banyak yang sudah rusak.

Dan di sekitar hutan itu kalau hujan tidak bisa dilewati lantaran jalannya rusak. Mestinya kata dia, PTPN tidak saja memikirkan untuk memanfaatkan lahan saja, tetapi juga harus memikirkan lingkungan.

Baca juga:  "Barusaha" Targetkan 100 Ribu Suara di Kabupaten Serang untuk Ananta Wahana

“Bahkan di sekitar Picung yang masyarakatnya rata-rata belum sejahtera. Ketika rakyat itu memunguti sisa-sisa panen kelapa sawit maupun menggembalakan ternak, oleh PTPN VIII sering dilaporkan ke polisi. Ini menjadi isu dan protes lainnya di sana,” ungkapnya.

Sehingga Ananta berharap, kedua BUMN itu lebih ramah pada masyarakat sekitar supaya keberadaannya bermanfaat juga.

Kemudian Ananta menyampaikan persoalan di wilayah Bojong, Pandeglang dan Banjarsari di lebak. Di kedua wilayah itu terdapat tanah sekitar 6000 hektar yang dekat dengan Tol Serang-Panimbang.

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement