Warga Gempol Sari ini mengaku, pernah mencairkan bantuan PKHnya sekali tanggal 9 Juli 2020 yang lalu, di Brilink BRI e-warung daerah Gaga Kiara Payung berjumlah Rp325 ribu. Namun sampai saat ini dirinya tidak pernah lagi mencairkan PKHnya di Brilink BRI lain, semenjak dirinya mendapat ATM PKH dari BRI.
“Begitu saya nerima ATM langsung dicek tanggal 7 Juli 2020, tapi hasilnya tidak ada, dapat 2 hari saya cek lagi di e-warung Gaga Kiara Payung, alhamdulillah saya bisa cairkan Rp300 ribu lebih, sejak itu saya tidak cairkan lagi, tapi kenapa isi ATM PKH saya sudah ada yang ambil,” kesalnya.
Sementara itu Koordinator Kecamatan (Korcam) PKH Sepatan Timur, Basarudin mengaku dirinya sudah banyak bekerja untuk KPM sejak beberapa tahun yang lalu, agar semua KPM mendapatkan hak-haknya dari pemerintah. Dan ia meminta kepada Bank BRI untuk menyelesaikan permasalahan saldo KPM yang hilang di ATM.
“Kami sudah bantu KPM PKH dari tahun 2017 sampai sekarang, untuk dapatkan buku tabungan dan kartu KKS, akan tetapi masih banyak KPM yang saldonya kosong, bahkan ada KPM yang saldonya ada, tapi sudah ada transaksi penarikan dari pihak lain, kami harap pihak BRI bisa jelaskan masalah tersebut,” tandasnya. (Dhi/Red)

