
Bagi sebagian dari kita, menikmati daging mungkin merupakan hal yang biasa, atau bahkan daging qurban sering tersimpan di lemari pendingin dalam waktu yang cukup lama. Sehingga kecerian momen hari raya Idul Adha seperti ini, merupakan keistimewaan bagi mereka.
“Iya kebahagiaan itu tercipta melalui kebaikan-kebaikan yang lahir dari kepedulian antar sesama yang sesuai dengan panduan Syariat”. Ujar Wendi, Minggu (02/8/2020).
Ia menambahkan, sesungguhnya masih banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari ibadah qurban. Melalui ibadah qurban, nurani manusia diasah. Kerakusan manusia digugat, bahkan segala bentuk ketidakadilan sosial digugat.
Demikianlah relevansinya umat Islam untuk memelihara nyala api ibadah qurban dalam menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan. Karena hal ini selain menjadi bagian dari amal shalih dalam Islam, tetapi juga berfungsi sebagai bentuk kontribusi dalam mengentaskan kemiskinan melalui pendistribusian hewan qurban bagi masyarakat.
“Kegiatan semacam ini diharapkan akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, agar rasa kepedulian semakin tumbuh dan mengakar dalam masyarakat kita”. Imbuhnya. (Fan/Red)



