Close Ads
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Advertisement


Berbagi Kebahagiaan, 2 Ton Daging Qurban Siap Mengudara di Tangerang Raya

Tangerang Raya  

Advertisement

TANGERANG – Gema takbir, tahmid dan tahlil berkumandang saling bersahutan memenuhi angkasa di seluruh penjuru dunia seiring hadirnya hari Raya Idul Adha, tak terkecuali di Indonesia.

Seluruh masyarakat Muslim dari Sabang hingga Marauke melaksanakan hari raya dengan penuh hikmat, melakukan proses pemotongan hewan qurban. Karena disamping itu juga merupakan salah satu ajaran yang terkandung dalam Islam.
Seperti yang dilakukan Lembaga Qurban Indonesia, lembaga yang mewadahi pemotongan hewan Qurban di bawah bimbingan Majelis Ulama Indonesia (MUI), bekerja sama dengan Lets Go Trip Community, Yayasan Adhwaul Bayan serta Komunitas Gepitra melaksanakan kegiatan pendistribusian hewan qurban di wilayah Tangerang Raya.

Baca juga:  Apresiasi Kinerja Kader, Ananta Wahana Berikan 700 Paket Sembako Bagi Pengurus PAC se-Tangerang Raya

Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Sekretariat Yayasan Adhwaul Bayan, Jl. Bouroq RT.001/RW.002, Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten.

Wendi Ardiansyah, selaku ketua pelaksana menjelaskan “Sekitar lebih dari 2000 kg atau dua ton daging segar diperuntukan bagi masyarakat yang membutuhkan”, ini merupakan hasil kerja sama dengan Lembaga Qurban Indonesia.

Lebih lanjut ia menjelaskan Alokasi distribusi hewan qurban ini terbagi di beberapa titik wilayah, baik Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan dengan jumlah penerima 1.421 orang.

Kegiatan itu dilakukan atas dasar keprihatinan kondisi masyarakat Indonesia yang masih belum merasakan manfaat dari kepedulian masyarakat Muslim. Yang mendonasikan dalam bentuk daging qurban, khususnya wilayah Provinsi Banten.

Baca juga:  Tangerang Resmi PSBB, Lalu Apa Itu PSBB Serta Sanksi nya Untuk Yang Melanggar

Proses distribusi hewan qurban dilaksanakan dengan melibatkan beberapa lembaga dan intsansi sebagai sektor penanggungjawab pemetaan dalam pembagian dari masing-masing wilayah. Seperti lembaga pendidikan, masyarakat kawasan pelosok, hingga masyarakat pesisir yang sebagian besar memiliki kondisi ekonomi yang relatif kecil.

Advertisement

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement