“Kami sangat mendukung gerakan nyata ini, mudah-mudahan bukan hanya di sungai Cirarab tapi juga sungai-sungai lain, termasuk anak sungai serta saluran irigasi yang ada di Kabupaten Tangerang,” jelas Zaki.
Ditempat yang sama, Ketua Banksasuci Foundation Ade Yunus menjelaskan jembatan apung waste trap dibangun untuk mengurangi sampah di sungai Cirarab. Menurutnya, teknologi waste trap sangat sederhana dan bisa dibuat orang lain. Sebab, bahan waste trap hanya terbuat dari pipa paralon. “Jadi, pipa paralon itu untuk menampung sampah di sungai Cirarab,” ujarnya.
Banksasuci, lanjut Ade, sudah punya waste trap di sungai Cisadane. Namun awalnya terbuat dari bambu, artinya berbeda dengan yang ada di sungai Cirarab.
“Kedepan, Banksasuci Foundation bekerja sama dengan teman-teman ormas, OKP dan pemuda untuk mengelola waste trap sungai Cirarab,” kata dia.
Diketahui, Bank Sampah Sungai Cirarab (Banksasuci) Foundation yang sebelumnya telah sukses mengelola sampah di bantaran sungai Cisadane Kota Tangerang, kini Banksasuci memulai di kali Cirarab yang berada di Kabupaten Tangerang. (Dhi/Red)



