Buruknya Pelayanan RSUD Kota Tangerang, Sang Suami: Istri Mau Melahirkan Malah Dirujuk

  • Bagikan
RSUD Kota Tangerang. (dok. KJK)

KOTA TANGERANG – Salah seorang warga Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang mengeluh atas buruknya pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang. Pasalnya, Harfen Dewanto mengaku kecewa karena tidak mendapat pelayanan yang baik oleh pihak medis IGD RSUD saat membawa istrinya yang akan melahirkan.

“Awalnya saya datang ke IGD, dicek dan belum ada pembukaan, saya disuruh pulang. Karena umur kandungannya sudah masuk 40 minggu, mereka bilang nggak ada alat untuk menanganinya. Saya disarankan besoknya ke Poli Kandungan untuk dirujuk ke RSUD Kabupaten Tangerang. Disarankan kalau mulesnya udah rutin atau air ketubannya udah pecah langsung aja buru-buru ke RSUD Kabupaten, gak usah rujukan,” tutur Harfen kepada wartawan, Sabtu (8/5/2021).

Harfen menyayangkan sikap dan keputusan RSUD Kota Tangerang yang memutuskan agar istrinya tersebut untuk langsung dirujuk ke RSUD Kabupaten Tangerang.

“Harusnya dia melayani dulu lah, seperti apa ya kan, keluhanya apa, supaya kita nggak bingung gitu. Ini malah tiba-tiba dilempar dengan alasan nggak ada alat dan langsung dirujuk ke RSUD Kabupaten Tangerang. Padahal saya asli warga sini, Kelurahan Kelapa Indah, saya tinggal sejak tahun 1985,” ujarnya.

Harfen menambahkan, melihat pelayanan seperti itu dirinya mempertanyakan kinerja para pejabat dan pegawai yang bertugas yang menurutnya tidak baik.

“Ya kalau dibilang cuma makan gaji buta, ya termasuk makan gaji buta pejabat dan pegawainya kalau pelayanannya seperti itu. Memang isteri saya diperiksa, tapi keputusannya langsung gak ada alat yang membuat saya, ya gitu lah,” jelas Harfen yang kecewa dengan pelayanan.

Harfen berharap pemerintah Kota Tangerang untuk mengevaluasi, dan memperbaiki pelayanan atau sistem di RSUD Kota Tangerang. Bahkan, bila perlu para pejabatnya dilakukan mutasi kalau memang ada yang tidak baik dalam menjalankan tugas.

“Jangankan dimutasi, kalau memang dalam melayaninya nggak baik, ya dipecat atau lebih ekstrem dari itu. Soalnya ini berkaitan dengan nyawa seseorang,” tandasnya.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak RSUD Kota Tangerang mengenai keluhan warga terkait permasalahan tersebut. (Rud/Red)

Source: KJK.

  • Bagikan