“Ya kalau dibilang cuma makan gaji buta, ya termasuk makan gaji buta pejabat dan pegawainya kalau pelayanannya seperti itu. Memang isteri saya diperiksa, tapi keputusannya langsung gak ada alat yang membuat saya, ya gitu lah,” jelas Harfen yang kecewa dengan pelayanan.

Harfen berharap pemerintah Kota Tangerang untuk mengevaluasi, dan memperbaiki pelayanan atau sistem di RSUD Kota Tangerang. Bahkan, bila perlu para pejabatnya dilakukan mutasi kalau memang ada yang tidak baik dalam menjalankan tugas.

“Jangankan dimutasi, kalau memang dalam melayaninya nggak baik, ya dipecat atau lebih ekstrem dari itu. Soalnya ini berkaitan dengan nyawa seseorang,” tandasnya.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak RSUD Kota Tangerang mengenai keluhan warga terkait permasalahan tersebut. (Rud/Red)

Source: KJK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *