Usulan tersebut langsung menuai protes dari mahasiswa. Mereka menuntut percepatan proses pembatalan karena tanggal 7 September jatuh pada hari Minggu. “Tanggal 7 itu hari Minggu, Pak. Harus selesai Kamis, tanggal 4 September,” tegas salah satu mahasiswa, disambut seruan dukungan dari peserta aksi lainnya.
Menanggapi desakan tersebut, Amud akhirnya menerima permintaan mahasiswa dan menyanggupi untuk menyelesaikan draf pembatalan pada Kamis, 4 September 2025. “Baik, saya terima tanggal 4,” jawabnya.
Untuk memastikan janji tersebut ditepati, perwakilan mahasiswa kembali menegaskan komitmen mereka. “Kami buat komitmen, Pak. Ketika tanggal 4 Perbup itu tidak dibatalkan, kami pastikan eskalasi massa akan semakin besar. Sepakat, Pak?”
Amud pun berjanji akan segera mengirimkan surat pembatalan resmi kepada pihak mahasiswa. “Nanti surat pembatalan akan resmi, nanti dikirimkan juga ke kami, nanti rekan-rekan juga bisa melihat,” tutupnya.
(AD/Rdk)



