Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ads


Efek Sinar Matahari pada Kulit Baik atau Buruk? Ini Kata dr. Kharisma Yuliasis Widiasri

Kesehatan  

Dokter Spesialis Departemen Medik Dermatologi dan Venereologi RS Sari Asih Serang, Kota Serang, dr. Kharisma Yuliasis Widiasri, M.Sc, SpDV. (RS Sari Asih Group/infotangerang.co.id)
Advertisement

KESEHATAN – Saat Covid-19 melanda dunia, tersebar informasi jika sinar matahari memberi efek baik bagi tubuh untuk mencegahnya. Alhasil fenomena masyarakat berjemur diri di bawah sinar matahari tampak hampir di setiap sudut wilayah.

Dokter Spesialis Departemen Medik Dermatologi dan Venereologi RS Sari Asih Serang, Kota Serang, dr. Kharisma Yuliasis Widiasri, M.Sc, SpDV, membenarkan jika sinar matahari memberikan efek positif bagi tubuh seseorang. Efek tersebut adalah membangkitkan vitamin D dalam tubuh.

Baca juga:  Sulit Hamil? Lakukan Pemeriksaan Histerosalphingography

“Paparan sinar matahari pada tubuh seseorang dapat memicu vitamin D yang diperlukan oleh tubuh kita,” kata dr. Kharisma Yuliasis Widiasri dalam keterangannya, Senin (12/12/2022).

Vitamin D dalam tubuh merupakan salah satu antibodi alami yang dihasilkan dari makan-makanan larut lemak seperti ikan, telur, susu dan buah-buahan seperti jeruk. Vitamin ini sering disebut vitamin sinar matahari, karena sifatnya yang akan bekerja efektif saat tubuh terpapar sinar matahari.

Baca juga:  Menjaga Kesehatan Mental Ibu Menurut Psikolog

Hanya saja, lanjut dr. Kharisma Yuliasis Widiasri, ketercukupan vitamin D setiap orang berbeda-beda. Jika vitamin D dalam tubuh cukup maka manfaat positif dalam tubuh seperti tulang yang kuat, otot yang kuat, daya tahan tubuh kuat, dan lainnya akan di dapat.

Menurutnya, Meski sinar matahari memberikan kontribusi positif terhadap tubuh, terdapat pula kebalikannya. Paparan langsung sinar matahari bagi kulit bisa sangat berbahaya dan merugikan.

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement