“Wahidin paham betul administrasi pemerintahan, apabila dia cabut atau ubah SK Gubernur soal pengupahan maka berpotensi melanggar aturan. Ini yang saya bilang kalau Wahidin adalah sosok pemimpin yang tegas dan berani. Berbeda dengan perilaku kepala daerah lainnya yang justru malah bersandiwara di depan buruh membuat harapan palsu yang saat ditagih komitmenya malah hilang,” tegasnya.
Langkah berani Wahidin inilah, lanjut Adib, membuat masyarakat Banten semakin terbuka melihat sosok Wahidin sebagai Kepala Daerah yang tegas. Sehingga, berdampak positif pada popularitas dan elektabilitas Wahidin.
“Saya suka kritik dia. Tapi saya berpesan, belajarlah dari sikap Wahidin tidak perlu bersandiwara, tidak perlu takut dikritik. Nyatanya, sekarang survei menunjukan popularitas dan elektabilitas dia diurutan teratas di Banten,” pungkasnya.
Walaupun demikian, Adib juga mengingatkan Wahidin agar tidak terjebak pada urusan elektabiltas jika berdampak pada inkonsisten bersikap dalam upaya membangun Provinsi Banten yang lebih baik.
Sebagaimana diketahui, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra mengungkapkan dari hasil survei yang dilakukan IPO di periode 29 November-2 Desember 2021 menunjukkan jika 33.4 persen masyarakat Banten akan kembali memilih Wahidin Halim sebagai Gubernur Provinsi Banten jika hari ini digelar pemilu.



