Dari ketakutan-ketakutan itulah FSPP Kota Serang melakukan penolakan rapid test. Organisasi ini resmi dan semua presidium pengurus di Kota Serang hadir.
“Bahkan presidium provinsi hadir di situ karena sebuah ketakutan, ya solusinya coba FSPP memfasilitasi suara kiai santri nggak usah dirapid deh. Toh kalau sakit isolasi mandiri pesantren lebih aman kok,” ungkapnya.
Seruan sendiri, dibuat pada Senin (15/6) kemarin di salah satu pesantren. Untuk penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila, hal ini menurutnya sudah jelas. Semua ulama Kota Serang menolak RUU ini disahkan oleh DPR.
“Jadi kalau RUU HIP sudah umum bahwa kiai semua Kota Serang menolak itu untuk dilanjutkan jadi UU, itu kiai se Kota Serang bisa ditanya kecuali kiai yang masuk angin,” terangnya.(Map/Red)



