“Kami berharap pengguna jalan mencari jalan alternatif untuk sementara waktu. Hal ini diperlukan agar penanganan teknis di lapangan bisa berjalan maksimal,” tambahnya.
Di sisi lain, Ray, seorang aktivis lokal asal Teluknaga, menilai bahwa kerusakan tersebut dipicu oleh faktor usia jembatan yang sudah tua ditambah beban kendaraan yang tinggi setiap harinya.
“Jembatan ini memang sudah uzur. Wajar jika muncul retakan karena volume lalu lintas di sini sangat padat selama 24 jam penuh,” jelas relawan yang aktif mengawal Perbup No. 12 tersebut.
Ray juga mengajak masyarakat untuk bersabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan dengan mencari rute alternatif agar proses perbaikan jembatan yang menjadi akses vital warga ini cepat rampung.***



