Sementara itu, Ketua PMI Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany menerangkan, kartu berbasis elektronik ini diluncurkan agar dapat memudahkan para pendonor.
Kartu ini akan menggantikan lembar manual jadwal donor yang biasa dibawa setiap kali hendak mendonorkan darah.
“Kalau pengalaman saya, kadang-kadang kalau mau donor kita lupa kapan terakhir mendonorkan darah. Padahal ada ketentuan yang mengatur kapan saatnya kita boleh mendonorkan darah kembali. Nah nanti bisa dilihat dengan kartu ini,” jelas Airin dalam peluncuran kartu berbasis elektronik bagi pendonor darah.
Airin mengatakan, kartu ini akan menyimpan berbagai data yang dibutuhkan oleh setiap pendonor. Mulai dari golongan darah, nama pendonor, hingga jadwal donor darah.
“Jadi ini menyimpan data. Makanya penting, dari kartu yang dulu manual sekarang bisa terintegrasi menjadi kartu elektronik,” sebut Airin.



