Menurut Nurulia, anak usia lima tahun bisa menggunakan alat orthodonti dengan pertimbangan adanya kebiasaan buruk yang sering dilakukan si anak itu sendiri, seperti masih menggunakan botol dot atau sering menggigit-gigit jari yang dapat menyebabkan pertumbuhan rahang dan giginya lebih maju.
Penggunaan alat tersebut, lanjut Nurulia bertujuan untuk mencegah terjadinya keparahan yang dapat terjadi saat gigi permanen tumbuh.
Selain faktor kebiasaan buruk, produk genetik dari orang tua juga bisa mempengaruhi struktur rahang dan susunan gigi si anak. Jika sudah terlihat, ada baiknya segera dikonsultasikan ke dokter gigi agar bisa dilakukan perbaikan.
“Alat orthodonti yang digunakan pada anak usia dini atau di atas lima tahun adalah alat yang bersifat sementara atau lepasan, sehingga bisa mencegah susunan gigi yang tidak rapih saat akan tumbuh permanen. Sedangkan alat orthodonti cekat bisa digunakan saat gigi permanen telah tumbuh,” jelas drg. Nurulia.
Ia pun menyarankan untuk orang tua agar rutin memeriksakan gigi anak ke ahlinya untuk mencegah pertumbuhan rahang yang tidak baik dan memastikan gigi anak tersusun rapi.
(Mad/Rdk)



