“Kami di sini kesulitan mendapatkan minyak goreng, kenapa pabriknya ada di sini Tangerang sini minyak gorengnya mau dikirim ke daerah luar. Seharusnya cukupi dulu pasokan untuk wilayah Tangerang baru bawa keluar daerah,” ujar Enok, emak-emak berusia 45 tahun dengan nada kesal.
Menanggapi hal tersebut, Ketua FWJ Indonesia DPW Banten, Robby, mengatakan pemerintah daerah seharusnya melakukan operasi pasar dan operasi pabrik yang memproduksi minyak goreng, sehingga kelangkaan minyak goreng dapat segera teratasi.
“Persoalan langka dan mahalnya minyak goreng mungkin sudah menjadi komsumsi publik. Namun pemerintah daerah tidak bisa tinggal diam, seharusnya pemda melakukan operasi pasar dan operasi gudang atau pabrik minyak goreng agar segera mengeluarkan stok minyak gorengnya ke ritel-ritel,” jelas Robby.
“Apa lagi sebentar lagi menjelang Bulan Puasa dan Idul Fitri, pemerintah semestinya segera melakukan tindakan yang cepat dan tepat untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok masyarakat, agar masyarakat tidak kesulitan dan tidak mahal dalam mendapatkan kebutuhan pokoknya khusus saat ini minyak goreng yang langka dalam peredaranya,” tandasnya.
(Fan/Fan)



