Selain itu, Bupati juga memberikan arahan kepada Disnaker untuk meningkatkan keterlibatan perempuan dalam program pelatihan dan pemberdayaan ekonomi di masa depan, demi pemerataan kemandirian ekonomi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Rudi Lesmana, melaporkan bahwa sepanjang tahun 2025, Disnaker telah berhasil membentuk 688 Wirausaha Baru melalui berbagai skema program, termasuk kolaborasi dengan pihak luar (336 orang), program Musrenbang (240 orang), hingga program untuk disabilitas dan pekerja migran purna.
Pembentukan wirausaha baru ini dilakukan melalui tiga tahap: pelatihan kewirausahaan di BLK, pembekalan dan motivasi, serta penyerahan peralatan usaha.
“Jenis usaha yang dibentuk meliputi menjahit, bengkel otomotif, las listrik, membatik, tata rias, pembuatan tempe, tata boga, dan sablon printing, yang tersebar di 18 kecamatan,” jelas Rudi.
Secara spesifik, dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT PIK 2 diserahkan 10 set peralatan teknisi AC dan pelatihan untuk 20 peserta. Sementara bantuan peralatan usaha juga diserahkan kepada empat kelompok usaha baru lainnya, seperti Bengkel Sepeda Motor di Pakuhaji, Rajeg, dan Sukadiri, serta Las Listrik di Desa Surya Bahari.
“Kami berharap pelatihan dan bantuan peralatan usaha ini mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat serta menjadi langkah nyata dalam menurunkan tingkat pengangguran di Kabupaten Tangerang,” pungkas Rudi.
(AD/Rdk)



