
Dosen lulusan Institut Pertanian Bogor jurusan mikrobiologi ini mengajak mahasiswanya untuk memberdayakan masyarakat yaitu perajin tempe di Kampung Tempe, Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang untuk melakukan pengolahan limbah cair hasil produksi tempe menjadi pupuk. Saat ini limbah cair hasil produksi tempe di Kampung Tempe Kota Tangerang diperkirakan mencapai 500-2000 liter per hari. Oleh karena itu perlu dilakukan pengolahan agar kondisi saluran air di sekitar kampung tempe tidak menjadi keruh, hitam, dan berbau menyengat.
“Kalau limbah padatnya biasa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sedangkan limbah cairnya dibuang langsung ke lingkungan. Pengolahan limbah ini diharapkan dapat mengurangi jumlah limbah cair yang dibuang ke saluran air, sehingga bau busuk hilang dengan sendirinya. Harapannya IRT tempe dapat menjadi usaha yang lebih berwawasan lingkungan,” ujar Lekta. (Fan/Red)



