Memperingati Hari Bahasa, ‘Aing Tangerang’ Kampanyekan Bahasa Sunda Ditengah Banjir

Penulis -

Senin, 22 Februari 2021 - 19:20 WIB

LIFESTYLE – Bencana banjir yang melanda beberapa wilayah Tangerang ditindaklanjuti dengan pengiriman bantuan logistik oleh tim Yayasan Sosial Aing Tangerang, Minggu (21/2/2021). Tim Yayasan Sosial Aing Tangerang bergerak mengirimkan bantuan logistik untuk dapur umum pengungsi korban Banjir.

Yayasan Aing Tangerang mengirimkan bantuan logistik kedua titik di lingkup wilayah Kabupaten Tangerang, satu titik ke Desa Kadu, Kecamatan Curug, dan yang titik kedua di Gelam Jaya RW 10, Kecamatan Pasar Kemis.

Sejauh ini Yayasan Aing Tangerang aktif dalam gerakan sosial kemanusiaan, dan senantiasa mengirimkan bantuan untuk korban bencana dibeberapa daerah di Indonesia khususnya wilayah Tangerang. Mereka biasa mengumpulkan dana dari para anggota dan para donatur bakti sosial. Pengumpulan dana yang dilakukan Yayasan Aing Tangerang pun didukung oleh surat rekomendasi izin dari Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, sehingga pengumpulan dana dan barang yang dilakukan diketahui oleh pihak terkait dan dinyatakan legal.

“Hari ini kita mengirimkan bantuan kedua titik, Kadu, Curug dan Gelam Jaya, Pasar Kemis. Bantuan yang diberikan berupa sembako untuk kebutuhan dapur umum pengungsi korban banjir,” ujar Kang Udel ketua umum Yayasan Aing Tangerang.

Baca Juga :  Hujan Semalaman, Kolong Jembatan Fly Over Tip-top Banjir

Selain menyalurkan bantuan logistik ke korban Banjir, bertepatan dengan Hari Bahasa Ibu Internasional 21 Februari, Yayasan Aing Tangerang juga melakukan kampanye penggunaan bahasa Sunda Tangerang kepada masyarakat Tangerang. Para anggota Yayasan Aing Tangerang membentangkan spanduk untuk mengajak masyarakat Sunda Tangerang agar mau melestarikan bahasa Sunda Tangerang.

“Ya, jadi Yayasan Aing Tangerang ini merupakan Yayasan sosial yang melestarikan bahasa Sunda Tangerang. Namun kami juga punya beberapa program kemanusiaan, seperti bantuan untuk korban bencana alam seperti ini. Hari ini 21 Februari Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional, jadi sembari menyalurkan bantuan, kami juga merayakan hari bahasa ibu di lokasi banjir,” kata Kang Udel.

Tangerang memiliki berbagai ras, suku, dan budaya yang berkembang. Begitu pula dengan tutur bahasa masyarakat Tangerang ada banyak ragam bahasa yang dipergunakan oleh warga Tangerang, mulai dari Sunda, Betawi, Jawa, dan Tionghoa. Belum lagi beberapa bahasa yang dibawa oleh para pendatang dari daerahnya masing-masing.

Bahasa Sunda dapat dikatakan sebagai “Bahasa Ibu” bagi masyarakat Tangerang. Hal itu dikarenakan pada masa kerajaan, wilayah Tangerang masuk dalam daerah kekuasaan kerajaan Padjajaran. Hampir mayoritas penduduk Tangerang asli berbahasa Sunda.

Baca Juga :  Penuhi Swasembada Pangan, Babinsa di Rajeg Lakukan Pendampingan Upsus

Namun, Bahasa Sunda yang berkembang di Tangerang cukup berbeda dengan Bahasa Sunda Priangan (Jawa Barat). Pada Bahasa Sunda yang dituturkan oleh masyarakat Tangerang tidak mengenal tingkatan Undak Usuk Basa Sunda (UUBS) karena daerah perkembangannya belum pernah berada dalam kekuasaan Kerajaan Mataram. Hal itu menyebabkan Bahasa Sunda Tangerang terlihat mempunyai hubungan dengan Bahasa Sunda Buhun/Kuna/Kuno. Namun bagi mayoritas orang menganggap Bahasa Sunda Tangerang ini sebagai bahasa sunda kasar, karena dinilai berdasarkan sistem Kamus Bahasa Sunda yang ada dan memiliki sistem tingkatan bahasa.

“Ada beberapa faktor yang menyebabkan Bahasa Sunda Tangerang tidak digunakan oleh beberapa orang Sunda Tangerang itu sendiri, salah satunya opini negatif yang sudah terserap. Sunda Tangerang banyak yang mengatakan bahasa Sunda kasar jadi orang Sunda Tangerangnya kurang percaya diri untuk pakai, nah disinilah kita terus mengedukasi ke masyarakat bahwa bahasa Sunda Tangerang tidak kasar melainkan unik. Karena memang sudah seperti ini bahasa yang diwariskan oleh orang tua kita. Jadi jangan pernah malu untuk menggunakannya, dan harus berani menunjukan keunikan bahasa khas daerah kita,” jelas Kang Udel. (Fin/Red)

Share :

Baca Juga

Kabupaten Tangerang

Aksi Cepat Tanggap Kapolsek Pakuhaji Berikan Sembako dan Material Kepada Warga

Kabupaten Tangerang

Operasi Yustisi, Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan 4 Orang Diganjar Pus-Up

Kabupaten Tangerang

Musholla Dicorat-coret Jadi Tontonan Warga, Polisi: Jangan Buat Klaster Baru

Kabupaten Tangerang

Pelaku Corat-Coret Musholla di Pasar Kemis Sudah Diamankan

Kabupaten Tangerang

Pelaku Vandalisme Musholla Diduga Memiliki ‘Ilmu Hitam’

Kabupaten Tangerang

Bupati Menegaskan Tidak Ada Bantuan Pangan Bagi Masyarakat

Lifestyle

Pasangan Asal Tangerang Nikah 9 Juta Bulan Madu Ke Bali Pakai Motor

Kabupaten Tangerang

Kapolda Banten Tinjau Posko PPKM Mikro di Pasar Kemis