Close Ads
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
89 hari
Menuju Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Periode 2024 - 2029

Advertisement


Menangkal Ancaman Siber di Era Digital Ala Relawan Perisai Prabowo

Dalam kesempatan tersebut, Jojon Novandri selaku Sekjend Relawan Perisai Prabowo mengatakan ndonesia kini dihadapkan pada berbagai jenis ancaman siber, termasuk serangan malware, phishing, dan disinformasi. Serangan-serangan ini tidak hanya mengancam keamanan data pribadi dan organisasi, tetapi juga berdampak signifikan terhadap stabilitas demokrasi.

DKI Jakarta  

Editor: Hendra Gunawan

Relawan Perisai Prabowo menggelar diskusi di kantor SMSI Pusat Jalan Veteran II Gambir, Jakarta Pusat. (Dok. SMSI)
Advertisement

JAKARTA – Kebocoran data yang terjadi beberapa waktu lalu telah mengganggu kepercayaan khalayak terhadap keamanan data. Guna menyikapi hal itu, Relawan Perisai Prabowo menggelar diskusi dengan tajuk “Relawan Perisai Vs Ancaman Siber: Menjaga Demokrasi dan Keamanan Data. Diskusi digelar Kantor SMSI Pusat Jalan Veteran II Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (5/7/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Jojon Novandri selaku Sekjend Relawan Perisai Prabowo mengatakan ndonesia kini dihadapkan pada berbagai jenis ancaman siber, termasuk serangan malware, phishing, dan disinformasi. Serangan-serangan ini tidak hanya mengancam keamanan data pribadi dan organisasi, tetapi juga berdampak signifikan terhadap stabilitas demokrasi.

Baca juga:  IONATION 2022, Ribuan Peserta Padati GBK Jakarta

“Ancaman siber ini dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah dan mengganggu proses demokrasi yang sehat,” ujarnya.

Jojon juga menambahkan generasi milenial, khususnya yang tergabung dalam Relawan Perisai Prabowo, memiliki peran penting dalam menjaga keamanan data. Mereka didorong untuk lebih kritis dan tanggap terhadap informasi yang diterima di media menghindari bahaya siber.

Baca juga:  Presiden Joko Widodo Bersama Kemendag Ajak Masyarakat Cintai Produk Dalam Negeri

“Milenial adalah agen perubahan. Kami percaya mereka memiliki potensi besar untuk menjadi penjaga keamanan data di era digital,” tambahnya.

Advertisement

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement