Mengaku Pensiunan Jenderal, Pria 67 Tahun Tipu Warga Bermodus Rekrutmen Polri

Penulis -

Kamis, 7 Oktober 2021 - 18:36 WIB

Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro menggelar konferensi pers ungkap kasus penipuan rekrutmen Polri di Mapolsek Cisoka. (Foto: Polresta Tangerang/infotangerang.co.id)

Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro menggelar konferensi pers ungkap kasus penipuan rekrutmen Polri di Mapolsek Cisoka. (Foto: Polresta Tangerang/infotangerang.co.id)

KABUPATEN TANGERANG – Jajaran Polsek Cisoka Polresta Tangerang-Polda Banten meringkus seorang pria inisial DS (67) warga Perum Taman Kirana Surya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang. DS ditangkap karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan dengan modus penerimaan atau rekrutmen anggota Polri.

Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro menjelaskan, korban bernama Samsudin (56) warga Kampung Manggu, Desa Cisoka, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang.

Berawal saat itu tersangka DS untuk melancarkan aksinya mengaku sebagai pensiunan jenderal bintang dua atau inspektur jenderal (Irjen). Selain itu, tersangka juga menjanjikan kepada korban bisa meloloskan anaknya menjadi anggota Polri.

“Untuk meluluskan menjadi anggota Polri, tersangka DS meminta kepada korban uang sejumlah Rp300 juta,” kata Wahyu dalam konferensi pers ungkap kasus penipuan rekrutmen Polri yang digelar di Mapolsek Cisoka, Kamis (6/10/2021).

Masih kata Wahyu, selanjutnya pada Minggu (1/12/2019) korban menyerahkan uang tahap awal sebesar Rp 50 juta. Alasan tersangka meminta uang itu untuk mengurus administrasi pendaftaran menjadi anggota Polri. Kemudian pada Kamis, (9/1/2020) korban kembali menyerahkan uang sebesar Rp 25 juta dengan alasan untuk menindaklanjuti nomor pendaftaran.

Baca juga:  Rencana Pembangunan di Tahun 2021, Pemkot Tangerang Fokus Terhadap 3 Prioritas

“Kemudian pada Selasa, 3 Maret 2020, tersangka kembali meminta uang sebesar Rp 10 juta dengan alasan untuk biaya cek kesehatan. Korban pun mengikuti kembali menyerahkan uang,” tutur Wahyu.

Sebulan kemudian, tersangka kembali meminta uang sebesar Rp 5 juta. Kali ini, alasan tersangka untuk menindaklanjuti hasil tes kesehatan. Jadi total uang keseluruhan yang di terima tersangka sebanyak Rp 90 juta.

“Tak berselang lama, anak korban akhirnya bicara mengaku tidak pernah diajak mendaftar, hanya diajak ke klinik. Bahkan saat anak korban mendaftar anggota Polri secara online, dinyatakan tidak lulus karena batas usia yang sudah lewat,” terang Wahyu.

Korban pun menghubungi tersangka meminta uang untuk di kembalikan. Tersangka mengaku bersedia mengembalikan pada tanggal 3 dan 7 Juli 2020. Namun, saat sudah melewati batas waktu yang di janjikan, tersangka tidak kunjung melakukan pembayaran. Korban pun melayangkan somasi kepada tersangka, namun tidak di respon.

Baca juga:  Polsek Mauk Meringkus Seorang Pelaku Curanmor yang Kerap Beraksi di Tangerang

“Akhirnya korban melaporkan peristiwa itu ke Polsek Cisoka. Kami langsung lakukan penyelidikan, dan diketahui tersangka berusaha bersembunyi di daerah Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang,” ucap Wahyu.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 372 dan 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Sedangkan barang bukti yang diamankan adalah beberapa lembar kwitansi, topi perwira tinggi Polri, dan uang tunai.

Wahyu mengimbau agar masyarakat tidak percaya dengan bujuk rayu siapa pun yang menjanjikan kelulusan sebagai anggota Polri. Kata Wahyu, proses rekrutmen di Polri mengedepankan prinsip “Betah” yakni bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.

“Daftar secara resmi, ikuti prosedur secara resmi. Jangan percaya calo untuk jadi anggota Polri,” tandasnya. (Rud/Red)

Share :

Baca Juga

Hukum & Kriminal

Pria Paruh Baya Meninggal Tergeletak di Jalan, Ini Kata Kapolsek Pakuhaji

Hukum & Kriminal

Pelaku Sodomi Asal Kronjo Berakhir di Jeruji Besi

Hukum & Kriminal

Baru Keluar Karena Asimilasi Corona, Napi ini Langsung Balas dendam Pukul Warga

Hukum & Kriminal

BreakingNews! Pasien Positif Corona Di indonesia Bertambah Menjadi 4 Orang

Hukum & Kriminal

Diduga Sengaja Menyembunyikan Hasil Visum, Ferry Setiawan: Kita Segera Lapor ke Propam

Hukum & Kriminal

Berkedok Toko Kosmetik, Obat Tramadol Dijual Bebas di Wilayah Curug

Hukum & Kriminal

Kepergok Curi HP, Seorang Pria Ditangkap Polsek Rajeg

Hukum & Kriminal

Truk Bermuatan 200 Kilogram Narkoba di Kota Tangerang Digerebek BNN