Spesialis Gizi Klinik RS Sari Asih Ciputat, Kota Tangerang Selatan, dr. Eleonora Mitaning Christy, SpGK, menerangkan jika fenomena makanan ringan tersebut bukan hanya sebatas sereal tapi juga es krim dan makanan lain yang diselimuti oleh nitrogen cair.
“Nitrogen cair itu akan mengeluarkan seperti uap dan berkabut yang memberikan sensasi asap yang keluar dari mulut layaknya naga menyemburkan api, yang sepertinya menjadi terlihat menarik untuk difoto atau di videokan,” sebut dr. Eleonora.
Memang terlihat menarik ujar dr. Eleonora, namun hanya saja hal itu mengandung senyawa kimia yang meski tidak menimbulkan rasa, bau serta tidak merusak rasa makanan. Akan tetapi harus hati-hati, karena nitrogen cair perlu digunakan secara profesional dan tidak boleh sembarangan.
“Yang ada saat ini di luar sana (ciki ngebul) tidak memberikan efek apapun terhadap kandungan makanan yang disuguhkan seperti nutrisi, gizi atau vitamin, hanya sekedar untuk menarik perhatian pembeli saja,” ujar dia.
Beberapa profesional menggunakan cairan nitrogen untuk memberikan efek beku kepada makanan, es krim agar tidak cepat leleh dan sebagainya. Untuk itu dr. Eleonora pun menyarankan jika memakan makanan yang diselimuti nitrogen sebaiknya menunggu terlebih dahulu agar cairan nitrogen tersebut uap yang dihasilkannya hilang seluruhnya.
“Jika uapnya masih menyebar atau ada akan berbahaya bagi lapisan cerna yang memakannya atau di bagian tenggorokan, yang bisa menyebabkan luka dingin hingga peradangan di bagian organ dalam, termasuk pada bagian lambung, dan itu bukanlah makanan yang sehat,” jelas dr. Eleonora.
(Mad/Rdk)



