Perawatan hiperemesis gravidarum bergantung pada tingkat keparahannya. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:
• Perawatan di rumah: Makan dalam porsi kecil, konsumsi makanan ringan, dan banyak istirahat.
• Obat anti-mual: Dokter dapat meresepkan vitamin B6 atau ondansetron untuk meredakan mual.
• Infus cairan & elektrolit: Jika terjadi dehidrasi parah, ibu hamil mungkin membutuhkan cairan infus untuk menjaga keseimbangan tubuh.
• Nutrisi tambahan: Dalam kasus berat, pemberian nutrisi melalui suplemen atau selang makanan mungkin diperlukan.
Kapan Hiperemesis Gravidarum Terjadi?
Lebih jauh dijelaskan dr Diana Apriliyana Nur, Sp.OG, hiperemesis gravidarum biasanya terjadi pada trimester pertama, sekitar minggu ke-4 hingga minggu ke-9 kehamilan, dan sering kali mencapai puncaknya antara minggu ke-9 hingga ke-13. Pada sebagian besar kasus, gejala mulai membaik setelah minggu ke-16 hingga ke-20 kehamilan. Namun, dalam beberapa kasus yang lebih parah, hiperemesis gravidarum bisa berlangsung hingga akhir kehamilan.
“Jika ibu hamil mengalami mual dan muntah berlebihan hingga tidak bisa makan, minum, atau mengalami dehidrasi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu ibu hamil tetap sehat dan memastikan perkembangan janin tetap optimal,” ujar dr Diana Apriliyana Nur, Sp.OG.
Follow Berita infotangerang.co.id di Google News
(Mad/Rdk)



