Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ads


Mual dan Muntah Berlebihan saat Hamil? Yuk Ketahui Penyebabnya

Hiperemesis gravidarum biasanya terjadi pada trimester pertama, sekitar minggu ke-4 hingga minggu ke-9 kehamilan, dan sering kali mencapai puncaknya antara minggu ke-9 hingga ke-13. Pada sebagian besar kasus, gejala mulai membaik setelah minggu ke-16 hingga ke-20 kehamilan. Namun, dalam beberapa kasus yang lebih parah, hiperemesis gravidarum bisa berlangsung hingga akhir kehamilan.

Kesehatan  

Editor: Ardiansyah

Ilustrasi. (Dok. RS Sari Asih Group)
Advertisement

Perawatan hiperemesis gravidarum bergantung pada tingkat keparahannya. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:

• Perawatan di rumah: Makan dalam porsi kecil, konsumsi makanan ringan, dan banyak istirahat.
• Obat anti-mual: Dokter dapat meresepkan vitamin B6 atau ondansetron untuk meredakan mual.
• Infus cairan & elektrolit: Jika terjadi dehidrasi parah, ibu hamil mungkin membutuhkan cairan infus untuk menjaga keseimbangan tubuh.
• Nutrisi tambahan: Dalam kasus berat, pemberian nutrisi melalui suplemen atau selang makanan mungkin diperlukan.

Baca juga:  Hindari Diurut Ketika Cidera Olahraga, Bisa Tambah Parah

Kapan Hiperemesis Gravidarum Terjadi?

Lebih jauh dijelaskan dr Diana Apriliyana Nur, Sp.OG, hiperemesis gravidarum biasanya terjadi pada trimester pertama, sekitar minggu ke-4 hingga minggu ke-9 kehamilan, dan sering kali mencapai puncaknya antara minggu ke-9 hingga ke-13. Pada sebagian besar kasus, gejala mulai membaik setelah minggu ke-16 hingga ke-20 kehamilan. Namun, dalam beberapa kasus yang lebih parah, hiperemesis gravidarum bisa berlangsung hingga akhir kehamilan.

Baca juga:  Hepatitis pada Anak Bisa Berbahaya? Jangan Panik Segera Lakukan Ini

“Jika ibu hamil mengalami mual dan muntah berlebihan hingga tidak bisa makan, minum, atau mengalami dehidrasi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu ibu hamil tetap sehat dan memastikan perkembangan janin tetap optimal,” ujar dr Diana Apriliyana Nur, Sp.OG.

Follow Berita infotangerang.co.id di Google News 

(Mad/Rdk)

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement