KABUPATEN TANGERANG – Bencana merupakan salah satu perisitiwa tak terduga. Selain harta, tak jarang bencana bisa menimbulkan korban jiwa. Sinergitas penanganan kebencanaan menjadi kunci untuk pencegahan. Demikian dikatakan Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana-Adaptasi Perubahan Iklim (F-PRB&API) Kabupaten Tangerang, Firma Maju Sinaga.
Dikatakannya, perlunya ada sinergi dengan berbagai unsur lembaga maupun tokoh masyarakat dalam siaga kebencanaan, salah satunya Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Universitas Multimedia Nusantara (UMN), PERS, LSM, Industri, Nahdlatul Ulama (NU) dan para toko masyarakat akademis hingga pengusaha.
“Sinergi semua elemen masyarakat mulai dari perusahaan, pendidikan, media dan pemerintah, penting untuk bersama-sama mengurangi risiko bencana dengan meningkatkan kepedulian dan kepekaan. Di Kabupaten Tangerang yang menurut data BPBD ada potensi banjir bandang dan banjir rob,” jelasnya saat sambutan di acara Pelantikan, Raker dan Pelatihan Dasar MDMC, Sabtu (10/4/2021).
Lanjut Firma, perlu respon cepat dan tepat ketika terjadi bencana sebagai antisipasi mengurangi jatuhnya korban jiwa maupun harta benda. Ia mengingatkan, pentingnya mengurangi risiko bencana dengan memahami apa itu bencana dan bagaimana efek yang ditimbulkan.



