Pada hari-hari sebelumnya, Divia mencatat terdapat 8 jemaah yang terlambat bergabung dengan bus kloternya, sehingga akhirnya difasilitasi PPIH Bir Ali untuk menyusul mengejar bus yang ditumpangi jemaah kloternya.

“Secara teknis seharusnya diantar mobil syarikah, tapi kemarin mereka belum siap. Jadi kami yang fasilitasi dengan sopir dan kondektur agar jemaah tetap bisa berangkat,” jelas Divia.

Dengan skema tersebut, Divia memastikan seluruh jemaah tetap dapat diberangkatkan sesuai jadwal meski ada kendala teknis di lapangan.

Kemudian mengenai pemberangkatan jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah via Bir Ali, saat ini telah memasuki hari ke-14.

Hingga Selasa (12/5/2026), sebanyak 225 kloter dengan total sekitar 88 ribu jemaah telah melintasi Miqat Bir Ali untuk mengambil niat ihram, sebelum menuju Makkah.

Divia menyampaikan, pemberangkatan masih akan berlangsung selama dua hari ke depan sebelum berakhir pada hari Jum’at (15/5/2026).

Per Rabu (13/5/2026) hari ini, pihaknya akan membantu pendorongan jemaah sebanyak 16 kloter, Kamis besok 23 kloter, dan hari terakhir Jum’at tinggal tersisa 3 kloter.

Dengan jadwal tersebut, Divia memperkirakan hingga penutupan akan ada hampir 50 kloter tambahan yang diberangkatkan dari Madinah melewati Bir Ali menuju Makkah.

“Jadi sampai akhir hari Jumat itu sekitar kurang lebih hampir 50 kloter kita akan antarkan dari Madinah, tentunya melewati Bir Ali, baru ke Makkah,” jelasnya.

Keberangkatan kloter terakhir dijadwalkan pada Jumat mendatang, menandai berakhirnya fase pendorongan jemaah dari Madinah ke Makkah sebelum puncak haji pada 26 Mei 2026 mendatang.

(Ard/Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *