Close Ads

Iklan - Scroll untuk membaca artikel ↓

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Advertisement


Pelaku Sodomi Asal Kronjo Berakhir di Jeruji Besi

Hukum & Kriminal, Kabupaten Tangerang  

Advertisement

KABUPATEN TANGERANG – Seorang pria pelaku sodomi berakhir di jeruji besi. Satuan unit Reskrim Kepolisian Sektor Mauk, Polresta Tangerang, menangkap seorang pria berinisial S (29) warga Kampung Kronjo Pekapuran, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang di kediamannya.

Kapolsek Mauk AKP Kresna Ajie Perkasa, mengungkapkan, S ditangkap lantaran melakukan sodomi kepada anak di bawah umur, dengan modus berpura-pura memiliki ilmu ghaib yang bisa menyembuhkan penyakit yang ada di alat kelamin korban.

“Itu hanya modus saja pelaku mengelabui korbannya,” ungkap Kresna saat konferensi pers di halaman Mapolsek Mauk, Rabu (05/8/2020).

Kresna mengatakan, korban berinisial AS (17) salah satu warga Kecamatan Mauk yang disodomi pelaku di kediaman korban sebanyak satu kali.

Baca juga:  Gunakan Kursi Roda, Wanita Lansia di Panongan Semangat Divaksin Covid-19

“Pelaku S kami amankan usai melakukan sodomi terhadap AS,” tuturnya.

Selain korban AS, lebih lanjut Kresna mengungkapkan, pelaku mengaku pertama melakukan sodomi terhadap korban lain berinisial A di Kuta Bumi pada Maret 2020 sebanyak dua kali.

Lalu yang kedua kali melakukan sodomi kepada korban berinisial S di Pulau Cangkir pada Mei 2020, sebanyak dua kali. Kemudian ketiga melakukan sodomi kepada korban berinisial SU di salah satu kobong sebanyak satu kali, dan terakhir melakukan sodomi kepada korban berinisial AS di kediaman korban.

“Nah setelah kasus sodomi yang terakhir, pada akhirnya salah satu sanak keluarga korban melaporkan kasus itu ke kami,” jelasnya.

Baca juga:  Pemkot Tangerang Benarkah Berikan Harapan Palsu Kepada Warganya? Ini Penjelasan Sekda

Kresna menambahkan, dahulu pelaku juga pernah menjadi korban sodomi, jadi merasa trauma. “Pelaku juga sebenarnya korban sodomi. Kemudian dirinya melakukan sodomi kepada anak yang ia kenal,” terang Kresna.

Pelaku diamankan Polisi dengan sejumlah barang bukti berupa satu sarung, satu kaos warna ungu, satu body lotion dan satu buah handphone.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya S dijerat dengan pasal 81 Yo Pasal 82 UU RI nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman lima tahun sampai dengan 15 tahun penjara. (Dhi/Red)

Advertisement

Scroll to Continue With Content
Advertisement