Close Ads
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Advertisement


Penasihat Dharma Wanita Kemendagri Tri Tito Karnavian: Diharapkan DWP Jadi Pelindung Keluarga ASN

Tri juga meminta DWP Kemendagri fokus pada masalah-masalah pokok seperti pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Selain itu, para anggota DWP Kemendagri juga diminta untuk memberikan atensi terhadap persoalan stunting. Sebab, masih banyak yang belum memahami dampak dan bahaya stunting terhadap pertumbuhan anak dan balita.

DKI Jakarta  

Penasihat Dharma Wanita Kemendagri Tri Tito Karnavian. (Dok. Puspen Kemendagri/infotangerang.co.id)
Advertisement

JAKARTA Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tri Tito Karnavian berharap DWP Kemendagri dapat menjadi pelindung bagi keluarga para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan setempat.

Dengan kata lain, DWP Kemendagri mesti menjadi wadah advokasi dan tempat mengadu bagi keluarga ASN Kemendagri yang mengalami permasalahan.

“Banyak sekali sebetulnya permasalahan-permasalahan yang tidak timbul karena kita tidak tahu. Karena anggota-anggota kita yang di bawah itu tidak tahu harus mengadu ke mana,” ujar Tri saat Serah Terima Jabatan (Sertijab) Ketua DWP Kemendagri di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Selasa (7/5/2024).

Baca juga:  Dirjen Bina Pemdes Kemendagri: Kembangkan Ekonomi Desa Melalui Desa Digital

Ia pun berharap para pengurus DWP Kemendagri dapat turun sampai ke bawah untuk mendata seluruh keluarga para ASN Kemendagri. “Jadi, mudah-mudahan nanti kita semua bersama-sama tidak hanya memperhatikan kepengurusan saja,” imbuhnya.

Tri juga meminta DWP Kemendagri fokus pada masalah-masalah pokok seperti pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Selain itu, para anggota DWP Kemendagri juga diminta untuk memberikan atensi terhadap persoalan stunting. Sebab, masih banyak yang belum memahami dampak dan bahaya stunting terhadap pertumbuhan anak dan balita.

Baca juga:  Kemendagri Berharap RPP Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Mampu Minimalisir Resistensi

“Stunting itu kan tidak hanya ekonomi, tidak kasih makan, tapi mungkin pola asuh. [Mungkin ada] pola asuh hanya memberikan anak makan, tapi tidak memperhatikan gizinya,” kata Tri.

Advertisement

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement