Kasus HIV paling sering terjadi pada heteroseksual, diikuti homoseksual, pengguna NAPZA dan pekerja seksual.
Sejumlah faktor penyebab penularan virus HIV disebutkan ialah adanya kontak cairan secara seksual baik seperti biasa maupun anal, berhubungan seksual dengan berganti ganti pasangan dan tanpa menggunakan pengaman.
Kontaminasi melalui darah turut beresiko menginfeksi orang lain, terutama melalui jalur jarum suntik pada penguna narkotika yang digunakan secara bersama sama, penerima transfusi darah ataupun produk darah.
Meskipun jarang, HIV juga dapat ditularkan ibu ke anak selama masa kehamilan, melahirkan dan menyusui. Melahirkan dengan cara cesar bisa meminimalisasi paparan virus dibanding secara normal.
“Tiga jalur tersebut merupakan yang utama dari penyebaran virus HIV. Tidak menular melalui udara, air mata, air liur, keringat, gigitan nyamuk atau sentuhan fisik, sehingga penderita AIDS tidak perlu terlalu mendapat perlakuan sentimen sosial yang berlebihan,” ungkap dr Astri Handayani, Sp. PD.
(Mad/Rdk)



