PR TANGERANG — Deburan air yang jatuh dari ketinggian puluhan meter biasanya menjadi daya tarik utama bagi siapa pun yang mencari ketenangan di alam. Namun bagi Titan, seorang wisatawan asal Kabupaten Tangerang, berkunjung ke Curug Goong di Jalan Raya Mandalawangi No.16, Kurungkambing, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada hari kedua Lebaran ini lebih dari sekedar mencari suara gemericik air. Ini adalah perjalanan untuk menjawab rasa penasaran yang sudah lama mengganggunya.
Hari Minggu (22/3/2026), menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Di tengah euforia libur Lebaran 1447 Hijriah, Titan memutuskan untuk mengajak keluarga besarnya menduduki jalan menuju objek wisata yang belakangan ramai di linimasa media sosial itu. Bukan dengan mobil mewah, rombongan ini memilih setia pada kendaraan roda dua. Empat unit sepeda motor dikawal, membawa 7 orang dewasa dan 6 anak-anak, berangkat dengan misi menghilangkan rasa penasaran.
Namun, perjalanan ini bukan tanpa cerita. Dari pengalaman Titan, terungkaplah potret libur Lebaran di destinasi alam yang tengah naik daun, lengkap dengan suka, duka, serta perhitungan realistis antara biaya yang dikeluarkan dan kepuasan yang didapat.
Setelah semalaman menginap di rumah saudara di Padarincang, tepatnya di Desa Citasuk, Titan dan rombongan mematangkan rencana. Mereka tahu, perjalanan menuju Curug Goong bukanlah jarak yang dekat, terutama dari rumah mereka yang berada di Kabupaten Tangerang.
“Kami memilih berangkat tidak terlalu siang. Suasana lumayan panas, tapi semangat masih membara,” ujar Titan saat ditemui di area parkir atas Curug Goong, sesaat setelah tiba.
Perjalanan mereka dimulai dari Padarincang sekitar pukul 09.30 WIB. Jalanan tidak terlalu lengang ramai tapi lancar, masih dalam suasana Lebaran, namun rute yang dilalui cukup menantang. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam sepuluh menit, rombongan itu akhirnya tiba di lokasi wisata tepat pukul 11.40 WIB.
“Alhamdulillah sampai selamat. Meski capek, rasa penasaran soal Curug Goong ini yang bikin kami tetap semangat,” tambahnya.
Sesampainya di gerbang utama, suasana liburan langsung terasa. Tulisan besar “Selamat Datang Pesona Curug Goong” menyambut setiap pengunjung. Namun, bagi Titan yang menggunakan sepeda motor, ada pengalaman unik soal alur masuk.
“Kami langsung diarahkan petugas parkir ke bagian parkiran atas kiri. Ternyata memang ada loket khusus motor, beda dengan mobil yang langsung di gerbang utama,” jelas Titan.
Sebelum memarkirkan kendaraan, mereka langsung menuju pos loket masuk. Di sini, seorang petugas langsung dihubungi dengan sigap menginformasikan rincian biaya.
Sistem tiket yang diterapkan cukup sederhana namun menyisakan catatan tersendiri bagi Titan. Tiket masuk per orang dewasa dan anak-anak di atas dua tahu dipatok Rp20 ribu. Sementara untuk parkir sepeda motor, dikenakan biaya Rp5 ribu per unit.
“Saya membawa dua orang anak, umurnya di atas dua tahun. Petugas bilang, tiket masuk untuk anak-anak dihitung sama dengan orang dewasa,” ungkapnya.
Hitung-Hitungan Liburan: Rp300 Ribu untuk Satu Destinasi
Rombongan Titan datang dengan empat unit sepeda motor. Dengan rincian 7 orang dewasa dan 6 orang anak-anak, total yang masuk terhitung 13 orang. Meski ada anak yang usianya baru tiga tahun, tetap dihitung sebagai orang dewasa.
Berikut rincian biaya yang dikeluarkan:
- Parkir motor: 4 motor x Rp5.000 = Rp20.000
- Tiket masuk (13 orang): 13 x Rp20.000 = Rp260.000
- Total: Rp280.000
“Biaya Rp280 ribu itu baru untuk masuk dan parkir, belum termasuk belanja atau konsumsi di dalam,” hitung Titan.
Menurutnya, jika dibandingkan dengan jarak tempuh yang jauh dari Tangerang hingga ke Mandalawangi serta pengeluaran yang dikeluarkan, kesan yang dirasakan saat sampai di lokasi terbilang standar.
Di sela-sela menikmati aliran air Curug Goong yang masih jernih, Titan tak bisa memungkiri ada sedikit catatan penting yang mungkin bisa menjadi pertimbangan bagi pengelola ke depan.
“Mungkin karena ini hari Lebaran ya, padat. Tapi yang jadi catatan buat saya, anak-anak yang usianya tiga tahun tetap bayar penuh. Ini mungkin bisa jadi pertimbangan buat keluarga yang mau liburan ke sini,” ujarnya.
Ia menegaskan, bukan soal persetujuan membayar, melainkan soal ekspektasi. “Jadi kalau mau liburan ke sini, harus siap dengan budget yang matang. Apalagi kalau bawa anak banyak, biayanya lumayan.”
Meski begitu, Titan mengaku misi utama kunjungannya tercapai. Rasa penasaran yang selama ini hanya ia lihat di media sosial kini sudah terjawab. Ia sudah merasakan langsung sensasi berlibur di Curug Goong, merasakan sejuknya udara, dan melihat langsung air terjun tempat wisata ini.
“Yang penting sudah hilang rasa penasaran. Jauh-jauh dari Tangerang, kita sudah merasakannya sendiri. Itu yang paling utama,” tutup Titan sambil tersenyum puas, meski wajah lelah usai perjalanan masih terlihat.
(AD/Rdk)



