Terkait informasi yang beredar bahwa korban tenggelam diduga karena ketakutan akibat didatangi oknum organisasi kemasyarakatan (ormas) karena diduga menjual obat keras daftar G tanpa izin, Indra Waspada menyatakan hal tersebut masih dalam tahap pendalaman.
“Informasi-informasi yang beredar tentu kami tampung dan kami dalami. Saat ini kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta fakta di lapangan untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh,” kata Indra Waspada.
Dia menambahkan, berdasarkan keterangan saksi-saksi yang telah diperiksa, korban memang diketahui tenggelam di Sungai Cirarab. Namun, kepolisian belum dapat menyimpulkan lebih jauh terkait dugaan adanya peristiwa lain sebelum korban tercebur ke sungai.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil pendalaman resmi dari kepolisian. Setiap informasi akan kami klarifikasi berdasarkan fakta dan bukti,” pungkasnya.
(AD/Rdk)



