Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ads


Puasa Ramadan bagi Ibu Hamil Boleh Tapi..

Dalam kondisi sehat dan tidak memiliki komplikasi kehamilan, puasa umumnya aman dilakukan. Namun, bagi ibu hamil yang mengalami morning sickness parah, anemia, diabetes gestasional, tekanan darah rendah, atau kondisi medis lainnya, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa. Pastikan pula janin tetap tumbuh dengan baik dan tidak mengalami kekurangan nutrisi akibat perubahan pola makan selama puasa.

Kesehatan  

Editor: Ardiansyah

Dok. RS Sari Asih Group.
Advertisement

1. Pastikan nutrisi terpenuhi saat sahur dan berbuka dengan mengonsumsi makanan kaya protein, serat, dan lemak sehat.
2. Hindari makanan tinggi gula dan karbohidrat sederhana agar energi tidak cepat turun.
3. Minum air yang cukup selama waktu berbuka hingga sahur untuk mencegah dehidrasi.
4. Istirahat yang cukup dan hindari aktivitas fisik berlebihan agar tubuh tetap bugar.
5. Berbuka dengan makanan bergizi dan tidak langsung makan berlebihan untuk menghindari gangguan pencernaan.

Baca juga:  Rahasia Kulit Tenang & Bercahaya dengan Treatment aaPRP di RS Sari Asih Bintaro

Hukum Islam tentang Puasa bagi Ibu Hamil

Dalam ajaran Islam, ibu hamil diberikan keringanan untuk tidak berpuasa jika berisiko bagi dirinya atau janin. Jika tidak berpuasa, ibu dapat:

• Mengqadha puasa setelah melahirkan.
• Membayar fidyah dengan memberi makan orang miskin, jika tidak memungkinkan mengganti puasa.

Baca juga:  Waspada Campak pada Anak yang Kembali Merebak

“Ibu hamil boleh berpuasa jika kondisi kesehatannya mendukung. Namun, jika terdapat risiko bagi ibu atau bayi, lebih baik tidak berpuasa dan menggantinya sesuai syariat Islam. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengambil keputusan agar kesehatan ibu dan janin tetap terjaga,” sebut dr Astri Noviani, Sp.OG.

Follow Berita infotangerang.co.id di Google News

(Mad/Rdk)

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement