“Kita lihat bagaimana pada Pileg 2014 lalu, Golkar meraih satu kursi, dan pada 2019 lalu Golkar mendapat dua kursi. Dan pada 2024 tentu menjadi tantangan bagi Golkar Setu khususnya untuk terus solid melakukan upaya raihan suara,” tambah Junaidi yang juga Alumni Unversitas Pakuan itu.
Sekretaris Partai Golkar Tangsel Abdul Rasyid mengatakan Golkar secara konkrit berpihak pada tokoh pelaku yang berkiprah dalam kemasyarakatan.
Abdul Rasyid yang juga sekaligus Ketua DPRD Kota Tangsel ini menyebut, Golkar Tangsel melalui eksekutif dan legislatif menjadi pengusul serta pengawal kebijakan berupa insentif bagi para guru ngaji, marbot masjid, dan amil.
“Partai Golkar mendukung terkait sesorang yang berkiprah dalam sosial kemasyarakatan, seperti guru ngaji, amil, dan marbot. Dan dalam infrastruktur tentunya sudah kita rasakan bersama dengan meratanya fasilitas kesehatan dan pendidikan yang tersebar di seluruh wilayah Kota Tangsel,” ucap Abdul Rasyid saat membuka Muscam yang juga dihadiri oleh seluruh tokoh masyarakat Kecamatan Setu.
(Gln/Fan)



