“Jika semua ditanggung pemerintah daerah, pembangunan infrastruktur seperti jalan dan sekolah bisa terhambat. Maka kita bagi peran: Pemda menanggung 500 ribu orang, dan PIK 2 membantu 500 guru ngaji,” jelas Bupati.
Tak hanya fokus pada jaminan sosial, kolaborasi ini juga menyentuh sektor ekonomi kreatif. Di kawasan PIK 2, digelar pelatihan make-up bagi perempuan di wilayah pesisir. Program ini dirancang agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton pertumbuhan ekonomi, tetapi mampu menjadi pelaku usaha mandiri di bidang jasa kecantikan.
Sinergi antara regulasi pemerintah, perlindungan BPJS, dan dukungan dunia usaha ini diharapkan menjadi model percontohan yang dapat direplikasi di wilayah lain demi mewujudkan Kabupaten Tangerang yang lebih inklusif dan sejahtera.
(AD/Rdk)



