Wahyudi menjelaskan, ada beberapa catatan untuk pengoptimalan sistem one way ini, diantaranya perbaikan jalannya, perbaikan radius tikungnya, dan buka tutup media jalannya.
“Pengoptimalannya itu tinggal penyesuaian kemantapan jalan dan perbaikan tekanan kendaraan di beberapa belokan. Karena jalan disitu gak boleh ada hambatan sedikit, ada hambatan dikit aja langsung bikin antrean panjang,” jelasnya.
Wahyudi menambahkan, berbagai macam skenario disiapkan oleh pihak dishub, jika kecepatan kinerja jaringan rata ratanya turun, dishub akan merubah sekenario jalannya, namun karena menurut data kecepatan rata-ratanya naik jadi sistem one way ini dikatakan berhasil hanya perlu dimaksimalkan.
“Dengan kondisi begini aja kecepatan rata-ratanya aja sudah naik, nah kalo nanti turun berarti harus dievaluasi lagi, pasti skenario saya rubah. Tapi karena kecepatannya naik berarti bener berhasil sistem satu arahnya,” pungkasnya.
(Fat/Fan)



