Pada cara tersebut, Staf Khusus Presiden RI, Angkie Yudistia menyampaikan, Sulsel masuk 10 besar daerah dengan populasi penyandang disablitas terbanyak di seluruh Indonesia.
“Sesuai arahan Presiden Jokowi pemerintah memastikan inovasi dan transformasi program yang menjamin inklusivitas disabilitas dapat terwujud dan bisa berjalan dan disiapkan dengan baik oleh Pemerintah Daerah,” kata Angkie yang hadir secara daring melalui zoom meeting.
Berkaitan dengan itu, maka pendataan dan perencanaan inklusif bagi penyandang disabilitas harus dilakukan.
Angkie juga menilai sangat pentingnya ragam pendataan kaum difabel. Ia minta penyandang disabilitas tidak malu mencantumkan ragam disabilitas di biodatanya.
“Para orang tua saya mengimbau jangan malu mengatakan ragam disabilitas anak. Sampaikan agar dicatat petugas Dukcapil. Karena ini akan membantu pemerintah dalam mewujudkan program jangka panjang,” kata Angkie yang juga penyandang disabilitas.
“Saya menggunakan alat bantu (pendengaran) karena saya disabilitas,” ucap dia.
Terkait pelayanan terhadap disabilitas, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong jajaran Ditjen Dukcapil untuk selalu proaktif memaksimalkan pemberian pelayanan adminduk tanpa diskriminasi.
“Kita harus memastikan semua penduduk tanpa kecuali dan diskriminasi tercatat semuanya dalam database penduduk. Ini menjadi tugas besar Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri,” tutur Tito.
(Red)



