Secara khusus dalam bidang penanganan pandemi, sebanyak 69 persen responden menyatakan puas pada kinerja pemerintah provinsi Banten. Statement kepuasan itu didukung dengan tingkat kepuasan pada layanan kesehatan sebesar 61 persen, keterbukaan informasi terkait pandemi 74 persen, keberhasilan sosialisasi protokol kesehatan 49 persen, dan ketegasan implementasi kebijakan PPKM sebesar 53 persen.
Masih kata Dedi, penilaian berbeda terlihat dari persepsi publik terhadap kinerja gubernur dan wakil gubernur provinsi Banten. Wahidin Halim mendapat tingkat kepuasan publik sebesar 68 persen, dengan rincian sangat memuaskan 11 persen, dan memuaskan 57 persen.
Sementara itu, Andika Hazrumy mengantongi persepsi kepuasan sebesar 50 persen, dengan rincian sangat memuaskan 3 persen dan memuaskan 47 persen.
“Perbedaan tingkat kepuasan masih dalam koridor rasional, di daerah manapun wakil selalu lebih rendah dibanding gubernur, tetapi ini penanda baik, karena gubernur lebih dominan, bagaimana pun tanggung jawab terbesar memang ada pada gubernur,” jelas Dedi. (Fan/Red)



