Selain fokus menyisir area kebakaran selama 24 jam penuh, Pemerintah Kabupaten Tangerang memberikan perhatian serius pada dampak lingkungan yang dirasakan oleh warga sekitar. Polusi asap yang dihasilkan dari kebakaran tumpukan sampah menjadi perhatian utama.
Merespons hal tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang langsung disiagakan untuk memantau kondisi fisik masyarakat sekitar, terutama yang rentan mengalami gangguan pernapasan.
“Tim kesehatan sudah disiagakan untuk memberikan pelayanan medis, pemeriksaan kesehatan, serta langkah-langkah antisipasi guna memastikan kondisi masyarakat tetap terjaga selama proses penanganan kebakaran berlangsung,” imbuhnya.
Maesyal Rasyid menandaskan bahwa keselamatan warga adalah hukum tertinggi. Oleh sebab itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diinstruksikan bergerak lurus sesuai fungsinya masing-masing demi meminimalkan dampak buruk dari bencana ini hingga situasi benar-benar dinyatakan aman.
(AD/Rdk)



