Begitu pemasangan ban selesai, Agustine mengaku kaget ketika harus membayar tagihan Rp 600 ribu. Sebagai customer, dia mengaku kecewa terhadap model pelayanan jasa tambal ban bengkel tersebut. Menurutnya, sebagai penyedia jasa, mereka harus melakukan sosialisasi harga dahulu sebelum melakukan kesepakatan.
“Saya sempat komplain pada petugas bengkel. Tapi mereka berkeras jika harganya segitu,” ujarnya
Karena tak ingin berdebat panjang, pihaknya kemudian membayar ongkos tambal ban itu. Namun, selang beberapa jam, dirinya menghubungi petugas bengkel itu melalui aplikasi WhatsApp.
“Sempat saya WA dan ngeselin banget jawabannya. Intinya ngomongnya begini, ‘sudah dirapikan tapi kok tetep ngersulo (menggerutu)’. Yang membuat saya kecewa itu, kenapa kok tidak memberitahukan harga. Langsung saja garap dan harganya selangit gitu,” pungkasnya.
Sebuah foto kuitansi biaya tambal ban selangit di Banyuwangi viral di media sosial. Dalam kuitansi tersebut, tertulis angka nominal Rp 600 ribu untuk ongkos jasa dan jenis tambal ban. (Fan/Red)



