Close Ads
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iklan


Viral Dulu Baru Bertindak: Gunung Sampah di Teluknaga Runtuh, Setelah Sekian Lama Menginap

Berita, Kabupaten Tangerang  

Advertisement

INFOTANGERANG.CO.ID – Setelah sekian lama, tumpukan sampah di Jalan Raya Salembaran-Kampung Melayu, Teluknaga, seolah menjadi monumen “kegemilangan” yang tak diundang. Video keluhan warga beredar Rabu (25/3/2026), harapan bertumpu pada Kamis (26/3/2026) saat kabar Bupati melintas, tapi hingga Jumat, gunung plastik dan limbah itu masih kokoh berdiri. Sebuah store klasik: “viral dulu, baru gerak.”

Namun, akhirnya ada kabar yang tak lagi sekadar keluhan. Hari ini, Sabtu (28/3/2026), “gunung” yang sempat menjadi buah bibir itu mulai diratakan.

Camat Teluknaga, Kurnia, S.STP, M.Si, bergerak. Ia merealisasikan operasi “gempuran sampah” yang melibatkan Polsek, Koramil, DLHK/UPT kebersihan, hingga Pemerintah Desa Kampung Melayu Timur. Jargon yang digunakan mungkin terdengar heroik, tapi warga sekitar tentu berharap ini bukan sekadar operasi sesaat.

“Alhamdulillah, untuk wilayah Puri selesai. Besok hanya perapihan,” ujar Kurnia setelah memimpin langsung pembersihan yang berlangsung dari pukul 08.30 WIB hingga 17.30 WIB.

Baca juga:  Kabar Baik! Ratusan Pasien Covid-19 di Kabupaten Tangerang dinyatakan Sembuh

Bukan sekadar sapu dan gerobak. Pihaknya mengerahkan satu unit alat berat yang bertugas merobohkan tumpukan yang sempat membentang panjang itu. Lima unit truk armada dari UPT IX, tiga truk sampah kecamatan, tiga gerobak motor UPT, dan lima gerobak motor kecamatan turun ke medan. Hasilnya? Total 12 truk penuh sampah dikirim ke TPA Jatiwaringin. Beberapa truk bahkan kebagian jatah dua rit. Bayangkan, sampah sebanyak itu ternyata hanya dari satu lokasi yang sama.

“Ada beberapa truk yang kebagian 2 rit,” tambahnya, seolah menegaskan bahwa gunung sampah itu memang bukan pemandangan biasa, melainkan gunungan penumpukan yang sudah lama tak tersentuh.

Kini, setelah “tumpukan” itu dipindahkan, pertanyaan selanjutnya tentu soal konsistensi. Camat Kurnia pun menyadari bahwa aksi bersih-bersih tanpa sistem pengawasan hanyalah sekadar story dengan akhir yang mudah ditebak: sampah akan kembali.

“Selanjutnya, kami akan melakukan piket bekerja sama dengan Pemdes Kampung Melayu Timur. Secara berkala akan dilakukan penataan agar tidak kembali disalahgunakan,” janjinya.

Baca juga:  Sesosok Mayat Pria ditemukan di Pantai Tanjung Pasir

Ia menambahkan bahwa masyarakat sebenarnya telah difasilitasi dengan pengangkutan rutin. Namun, fakta tumpukan sampah yang sebelumnya lama terabaikan itu seolah menjadi sindiran yang keras: jika fasilitas rutin sudah ada, mengapa sampah bisa menumpuk begitu “gemilang” hingga viral?

Ke depannya, selain armada, pihaknya juga menggandeng perangkat desa hingga Babinsa untuk memberikan edukasi tata kelola sampah rumah tangga. “Harapan kami agar kita sama-sama menjaga kebersihan lingkungan,” pungkas Kurnia.

Tumpukan sampah di Salembaran yang sempat menjadi “ikon” keluhan kini telah mengubah diri menjadi 12 truk yang melaju menuju TPA. Yang jadi pekerjaan rumah berikutnya bukan lagi soal membersihkan, tetapi soal menjaga agar kejadian serupa tak perlu menunggu viral lagi untuk mendapat “sentuhan gemilang” dari aparat.

(Rdk)

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement