Sesampainya di pabrik, awak media dan sang nenek tidak dipertemukan oleh pihak perusahaan, hanya diberikan nomor telepon oleh security.
Saat dihubungi, pihak perusahaan memberikan janji bertemu untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut.
Pada Selasa (1/3/2022), awak media kembali datang ke pihak perusahaan untuk mengkonfirmasi mengenai dugaan air kali yang tercemar dari limbah pabrik tersebut.
Akan tetapi pihak perusahaan kembali tidak bisa memberi keterangan, terkesan menghindar dari awak media dengan memerintahkan security untuk kembali memberikan nomor telepon yang sama.
“Hubungi saja nomor ini, soalnya gak masuk,” tandasnya.
(Fan/Fan)
Advertisement
Scroll to Continue With Content



