INFOTANGERANG.CO.ID – Sebuah babak baru dimulai bagi warga yang hidup di sekitar Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Pada tanggal 7 September 2025, mereka secara resmi mendeklarasikan pembentukan Forum Masyarakat Sekitar Soekarno-Hatta (Formassa). Berpegang pada semangat “Berserikat, Berdaulat, dan Bermartabat,” wadah ini dibentuk untuk menjadi mitra kritis bagi pengelola bandara dan pemerintah.
Selama puluhan tahun, masyarakat di sekitar bandara sering kali menghadapi berbagai masalah klasik tanpa solusi tuntas. Mulai dari kebisingan pesawat yang tak kunjung reda, pembatasan akses, hingga tantangan ekonomi. “Kami bukan kelompok penentang. Kami hadir sebagai mitra kritis yang konstruktif untuk bersama-sama membangun keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan,” ujar Ketua Formassa yang akrab disapa Bang Ucok.
Empat Isu Kunci yang Melatari Pembentukan Formassa
Deklarasi Formassa didorong oleh empat isu utama yang sudah lama menjadi keresahan masyarakat:
1. Dampak Lingkungan dan Kesehatan: Keluhan utama adalah tingkat kebisingan pesawat yang terus meningkat, serta kekhawatiran terhadap kualitas udara dan air.
2. Pembatasan Hak Sipil: Warga merasa hak-haknya terbatas akibat pembangunan bandara, mulai dari akses lahan hingga proses administrasi kependudukan.
3. Dilema Ekonomi: Meski bandara membuka lapangan kerja, warga lokal sering kali tidak memiliki keterampilan yang sesuai. Sebaliknya, usaha mikro dan tradisional justru tergerus.



