Genangan air selama musim hujan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, terutama jenis Aedes aegypti yang menjadi penyebab demam berdarah dengue (DBD). Selain itu, penyakit lain seperti malaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk juga lebih banyak terjadi selama musim hujan.
“Musim hujan sering kali membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit karena perubahan cuaca yang drastis. Suhu yang dingin, paparan air hujan, dan kelembapan tinggi, hal hal ini dapat melemahkan sistem imun, sehingga tubuh menjadi lebih mudah terserang penyakit, terutama infeksi virus seperti flu,” terang dr Siti Nur R Firda Fauziyah.
Bahan makanan juga sering kali lebih mudah terkontaminasi saat musim hujan oleh bakteri atau jamur karena kelembapan yang tinggi. Selain itu, makanan yang dibiarkan terbuka lebih lama di suhu yang lembap juga rentan menjadi tempat yang baik untuk kuman berkembang biak.
Oleh karena itu berbagai antipasi perlu dilakukan agar saat musim hujan, tubuh dan lingkungan dapat terlindung dari bahaya penyakit yang mengintai. Ini beberapa hal yang perlu dilakukan sebagai pencegahan:
1. Menguras dan menutup tempat penampungan air, menjaga kebersihan lingkungan, dan menggunakan lotion anti-nyamuk.
2. Menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, dan menghindari kontak langsung dengan air yang terkontaminasi, seperti air banjir.
3. Menjaga daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi, vitamin, cukup istirahat, menghindari stres, dan tetap aktif berolahraga.
4. Memastikan kebersihan makanan, menyimpan makanan dengan benar, dan menghindari mengonsumsi makanan yang tidak segar atau dibiarkan terbuka di luar ruangan.
Follow Berita infotangerang.co.id di Google News
(Mad/Rdk)



