PR TANGERANG – Indonesia bukan sekadar negara kepulauan; ia adalah jantung dari Coral Triangle, rumah bagi keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia. Menyadari potensi raksasa tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) baru saja meluncurkan sebuah rujukan komprehensif bertajuk “Wonderful Indonesia Diving Directory”.

Buku ini bukan sekadar katalog lokasi indah. Ia dirancang sebagai “kitab suci” bagi para pelancong dan penyelam profesional yang ingin mengeksplorasi titik-titik selam terbaik di tanah air dengan standar keamanan yang tinggi.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa kehadiran direktori ini adalah langkah strategis untuk menciptakan pariwisata yang tidak hanya indah, tapi juga bertanggung jawab.

“Direktori ini diharapkan menjadi panduan yang informatif sekaligus edukatif dalam mengembangkan pariwisata selam yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujar Widiyanti dalam keterangan resminya, Kamis (18/12/2025).

Satu hal yang membedakan buku ini dengan brosur wisata pada umumnya adalah fokusnya pada aspek keselamatan. Menyelam adalah aktivitas yang menantang risiko, sehingga Kemenpar memasukkan informasi krusial seperti ketersediaan rumah sakit dengan fasilitas hyperbaric chambers di sekitar lokasi penyelaman.

Selain itu, buku ini memuat daftar dive operator profesional yang siap menjamin keamanan wisatawan. Tidak lupa, aspek konservasi juga menjadi ruh dalam panduan ini, dengan mencantumkan ragam aktivitas berbasis penjagaan ekosistem laut yang bisa dilakukan oleh para turis.

Meski merangkum seluruh Indonesia, kawasan Timur Indonesia mendapatkan porsi perhatian khusus. Nama-nama legendaris seperti Bunaken, Wakatobi, Morotai, Labuan Bajo, hingga Raja Ampat diulas secara mendalam sebagai destinasi unggulan.

Langkah ini sejalan dengan program “Pariwisata Naik Kelas” yang sedang diusung pemerintah. Tujuannya jelas: mendorong minat wisata berbasis konservasi sehingga keindahan terumbu karang tetap lestari untuk generasi mendatang.

Bagi Anda yang sudah tidak sabar merencanakan petualangan bawah laut berikutnya, Kemenpar akan segera menyediakan akses digital direktori ini melalui laman indonesia.travel.

Platform digital ini diharapkan mempermudah wisatawan domestik maupun mancanegara mendapatkan data akurat. Di sisi lain, kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas lokal diharapkan semakin kuat demi menjaga kualitas serta kelestarian “harta karun” biru milik Indonesia.

(AD/Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *