KABUPATEN TANGERANG – Berbekal iming-iming akan mendapat bantuan sembako dan uang dari pemerintah, diduga ratusan E-KTP disalahgunakan oleh 4 orang warga Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang berinisial UM (39), NU (55), MA (44) dan NS (22). Keempat orang tersebut menggunakan ratusan data pengenal untuk pengajuan pinjaman uang tunai ke koperasi.
Ezar Sihombing selaku kuasa hukum dari pihak koperasi menegaskan bahwa kliennya memberi pinjaman bukan karena memiliki usaha berupa koperasi simpan pinjam seperti apa yang dikatakan oleh para pelaku.
Masih kata Ezar, ratusan E-KTP tersebut mayoritas penduduk dari DKI Jakarta. Dirinya juga mengingatkan, hati-hati dalam menggunakan bahasa hukum.
“Klien kami ini bukan punya usaha koperasi simpan pinjam. Melainkan uang yang klien kami pinjamkan kepada ratusan orang yang mayoritas berdomisili di Jakarta tersebut berasal dari uang pribadi, bukan hasil uang orang lain yang disimpan ke klien kami,” kata Ezar Sihombing saat dihubungi infotangerang.co.id melalui sambungan telepon, Rabu (29/12/2021).
“Para pelaku ini bersama kawan-kawannya menerapkan bahasa undang-undang, bahasa pasal, dan juga ayat. Hati-hati saya ingatkan jangan ngawur, pahami dulu duduk perkaranya,” tegas Ezar.
Dari informasi yang dihimpun, para pemilik E-KTP tidak mengetahui kalau tanda pengenal mereka digunakan untuk meminjam uang ke perorangan. Namun, akan diajukan untuk dapat bantuan dari pemerintah seperti yang ditawarkan para pelaku.



