KABUPATEN TANGERANG – Pasar dinilai akan menjadi sentral dalam pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19. Camat Kresek H.M Epi Supriatna memberikan dukungan penuh untuk program revitalisasi penataan dan pembangunan Pasar Tradisional Desa Kemuning.

Epi Supriatna mengatakan, program revitalisasi penataan dan pembangunan pasar rakyat adalah bagian dari implementasi RUU Ciptaker, khususnya pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

“Pasar adalah pusat perputaran ekonomi masyarakat. Banyak uang yang berbedar di sana. Untuk itu, Revitalisasi harus dilakukan. Pasar harus menjadi sentral pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi. Faktor keamanan juga harus diperhatikan, sehingga pasar tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19, itulah pentingnya dilakukan Revitalisasi,” tutur Epi, Jumat (4/2/2022).

Masih kata Epi, kedepan Pasar Desa Kemuning bisa saja menggunakan teknologi digital. Menurutnya, bisa saja dibuat pasar digital, seperti yang sudah berjalan di salah satu kota di Jawa Timur.

“Dengan perkembangan dan tuntutan zaman, inisiasi pasar rakyat kini sudah bisa menggunakan pendekatan secara digitalisasi. Semua menu di pasar ada digenggaman smartphone, sehingga transaksi melalui tatap muka bisa sedikit dikurangi,” jelasnya.

Epi berharap revitalisasi yang dilakukan tetap harus memperhatikan kearifan dan nuansa lokal. Hal itu sebagai wujud nyata perhatian dari pemerintah.

Revitalisasi harus memperhatikan nuansa kearifan lokal itu. Karena itu menunjukan bahwa perhatian pemerintah kepada masyarakat kecil itu benar-benar nyata,” ucapnya.

Salah satu pasar yang masuk dalam rencana revitalisasi Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Kementerian PUPR yaitu Pasar Tradisional Desa Kresek dan Kemuning. Dikatakan Epi, diperkirakan pada pertengahan tahun 2022 ini akan segera dilakukan relokasi para pedagang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *