“Nantinya para pedagang harus bisa memanfaatkan pasar hasil revitalisasi ini dengan sebaik-baiknya. Karena dengan cara inilah pemulihan ekonomi masyarakat Desa Kemuning bisa lebih cepat terjadi. Tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan, dan menggunakan pendekatan persuasif,” imbuhnya.
Sementara itu di tempat terpisah, Jamaludin, Kepala Desa Kemuning mengatakan revitalisasi penataan dan pembangunan Pasar Tradisional Desa Kemuning memang perlu segera dilakukan agar pemulihan ekonomi pasca Pandemi Covid-19 dapat berjalan lebih cepat.
“Revitalisasi harus segera dilakukan agar ekonomi pulih. Konsep revitalisasi Pasar Tradisional Desa Kemuning ini disesuaikan dengan keselarasan lingkungan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal, sehingga seluruh kegiatan mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan melibatkan semua instansi terkait,” kata Jamaludin.
Hingga akhir 2021, sudah tercatat ada sekitar 30 kios di pasar rakyat Desa Kemuning yang sudah siap diisi. Penambahan fasilitas dan petugas kebersihan dan keamanan juga perlu diperhatikan.
“Yang siap diisi sudah ada. Jadi kini hanya tinggal persiapan relokasinya saja untuk yang lainnya dan akan ada penambahan fasilitas lainnya, seperti petugas kebersihan pasar dan keamanan juga area parkir kendaraan yang untuk bongkar muat barang di pasar perlu ditambah kembali,” ujar Jamaludin.
“Kepada seluruh masyarakat Desa Kemuning maupun para pedagang pasar mari bersama-sama menjaga dan menjadikan Pasar Tradisional Desa sebagai lahan mencari nafkah juga ikon kebanggaan Desa Kemuning,” pungkasnya.
(Jar/Fan)


